HIDUP DAN PILIHAN
Setiap orang mempunyai cita ~ cita itu adalah impian nya
jika kelak besar nanti ingin menjadi seseorang yang succes .
Dan kini aku hanya bisa memandangi
dari isi amplop kuning itu yangbaru saja
aku terima entah aku harus senang atau sedih,
Terdiam aku dalam lamunan dalam pikiran
yang sangat membingung kan, Fan,..Fani,.. ?
buyar sudah lamunan itu oleh suara ibu ,
iya bu ? jawab ku .
O‘alah sampean dari mana saja,
ibu nyari ~ nyari dari tadi ,
Itu apa ndok yang sampean pegangi ?
oh... ini bukan apa ~apa bu .
o‘a ada apa ibu mencari ku ?
Barusan ibu dapet telpon dari
pak guru nya adek mu ,
kalau besok asrama nya akan libur
kebetulan besok ibu mau kepasar berdagang
dan ayah mu yang lagi sakit, jadi
sampean saja yang jemput Irfan besok .
ngiih bu , jawab ku .
Ibu adalah orang yang sangat sabar dan kuat
berbanting tulang bekerja keras untuk
mengganti kan posisi ayah untuk menghidupi
keluarga nya.
Ayah setahun belakangan ini sering sakit~sakitan
berobat sembuh dan kambuh lagi tapi untuk kali
ini dia dirawat di rumah sakit dari dua
hari yang lalu , entah apa penyakit yang di idap
oleh ayah ,sampai badan nya yang habis dimakan
oleh penyakit nya .
karena hasil pemeriksaan dokter yang
belum keluar jadi belum tahu apa sebenar nya
penyakit ayah.
Ayah dan ibu memang berbeda ,
berbeda adat dan suku .
Ayah yang asli keturunan madura tapi ayah
pandai sekali berbahasa inggris , indonesia dan jawa.
Ibu yang asli keturunan jawa timur ,maka dari itu ibu
tidak lepas dari bahasa jawa nya meski sudah tinggal
di Ibukota Jakarta penuh dengan keramaian tapi masih
menggunakan bahasa jawa untuk berkomunikasi
dengan orang ~ orang di sekitar nya .
Memang keluarga ku bukan lah tergolong orang yang kaya,
hidup hanya dengan kesederhanaan tapi kami sangat bahagia,
mungkin ini bisa dibilang beberapa tahun yang lalu sebelum
ayah jatuh sakit.
Semenjak ayah jatuh sakit kehidupan keluarga
berubah drastis .Jelas tulang pugung keluarga
telah rapuh.Ibu yang berbanting tulang sendiri
dan aku hanya bisa membantu nya berjualan seketika
aku pulang sekolah saja dan kini aku lagi masa
liburan panjang sekolah karena habis kelulusan.
Pernikahan Ayah dan ibu di karuniani dua anak,
yaitu aku dan Irfan adek aku satu~satu nya dan sekarang
yang lagi tinggal di asrama sekaligus sekolah disana ,
beasa nya orang~orang menyebut nya dengan “Pondok “
atau asrama pondok.
Sepulang menjemput Irfan aku mampir kerumah sakit
untuk menengok ayah , setiba disana tiba~tiba suster
memanggil ku .Adek ini keluarga dari bapak Hamdan?
tanya nya kepada ku ?
iya sust,.. bagaimana dengan ayah ku .
Mari saya antar keruangan dokter,
bergetar seluruh tubuh ku langkah demi langkah
menuju ruangan yang akan memberi kan
sebuah jawaban .Sore dok , sapa ku kepada
nya seorang yang gagah dengan jas putih yang
dikenakan nya .Silah kan duduk , adek ini keluarga
dari bapak Hamdan ?
iya dok,.. jawab ku .
Tidak ada saudara yang lain ibu kemana
kok tidak datang ?
karena saya akan memberitahu kan hasil
pemeriksaan tes 2 hari yang lalu .
Ibu sedang sibuk dok , tidak apa dokter kasih tahu
saya saja bear nanti saya kasih tahu ibu saya .
jawab ku .Begini bear saya jelas kan ayah
kamu telah mengidap kanker otak jadi segera mungkin
dia harus di oprasi dan juga jantung nya yang sudah infeksi
tolong sembuh kan ayah saya,dokter .
Tenang dek ,kami akan berusaha semampu kami.
Lebih baik adek urus semuanya dengan suster yang
didepan iya.Iya,makasih dokter . jawab ku .
Kuputar langkah untuk menuju ke arah suster
yang ada di depan ruangan itu.
Suster saya dari keluarga bapak Hamdan.
Suster lalu menyodorkan kertas~kertas putih
itu kepada ku ,Jika keluarga adek sudah siap
semua tolong ditandangani iya ?
Iya sust,.. saya akan membawa pulang nya dahulu
besok saya akan kemari lagi .
Setiba dirumah aku kunci rapat~rapat
kamar itu ,aku ambil amplop kuning didalam laci.
Amplop kuning yang berisi surat pemberitahuan bahwa
aku telah lulus mengikuti tes di sebuah Universitas Jakarta ,
bertanda aku dinyatakan lolos dan bisa masuk Universitas ternama itu.
Aku terdiam , sudah tidak ada lagi cita~cita dan impian itu
akan terkubur dalam ~dalam dengan keadaan ini.
Ingin menjadi dokter adalah impian tapi kini hanyalah tertinggal
mimpi~mimpi yang kejam .
Kesedihan menyelimuti ku di sepanjang hari dan malam ku.
Dan aku harus mencari uang dimana sebanyak ini ,
Ibu dia sudah sangat rapuh jika harus bertambah
beban biayaya ayah yang membutuh kan uang berjuta ~juta
pasti dia akan ikut sakit pula.
Air mata menetes dengan kertas~kertas putih yang
ada degenggaman ku .Sudah tidak ada niat lagi untuk
melanjut kan cita ~cita itu ketika melihat nominal angka
yang ada dikertas putih dengan tertulis kan dengan banyak nya
angaka nol dibelakang angka 30 itu .
Aku hanya bisa menangis ,
Tuhan kenapa ujian mu begitu berat kepada ku ?
Ayah adalah segala nya buat ku , Tuhan sembuh kan lah ayah ku.
Aku masih merahasia kan nya dari ibu tentang penyakit ayah .
Aku harus secepat mungkin
untuk medapat kan uang itu , tapi dari mana aku bisa mendapat kan
uang begitu banyak hari~hari ku serasa kelam ,serasa tidak adil buat ku .
Hari ini aku mengganti kan ibu untuk berjualan karena ibu yang sedang
sakit demam disertai batuk dan juga panas ,
Ujian bertubi ~tubi datang kepada ku dan juga keluarga .
Tiba~tiba telinga ku terdengar sesuatu yang membuat
ku penasaran .Ibu~ibu yang suka ngerumpi itu lagi heboh
nya membicarakan pernikahan penduduk asing
keturunan cina itu yang telah menikah bertahun~tahun
tapi belum juga di karuniani seorang anak,terdengar dari
mereka bahwa istri dari engko Hajun sapaan untuk
lelaki yang berkulit putih itu dan istri nya yang
bernama Hanna lee itu ada masalah dengan rahim nya
sehingga tidak bisa untuk menggandung
dan mereka berdua sedang mencari seseorang yang
mau menyewa kan rahim nya untuk bayi mereka.
Malam ini pulang kerumah dengan keadaan yang sangat menyedih kan
ibu terbaring sakit ,ayah yang butuh uang oprasi
sedang kan Irfan dia juga harus sekolah .
Dari mana aku dapat kan uang sebanyak itu ,
merogoh saku melihat hasil jualan hari ini
hanya cukup buat makan saja , bagaimana kalau
aku saja yang menyewa kan rahim itu .
Sekilas cetus dari mulut ku, berfikir apa aku ini .
Sepanjang jalan menuju pulang berfikir jika itu aku ,
aku bisa membayar oprasi ayah setiba dirumah
ku tengok ibu yang terbaring di kamar
dan Irfan yang mendapat tugas
menunggu ayah di rumah sakit .
Aku duduk terdiam di kursi dekat meja makan itu,
ini adalaha pilihan ku besok aku akan
mencari mereka .
Disuatu sore itu aku mulai bertanya dengan
salah satu ibu~ibu yang suka ngerumpi itu .
Maaf bu ? apa ibu tahu dimana rumah nyonya Hanna lee ,
karena saya mau mengantar barang pesanan nya ,
itu alesan ku agar para ibu~ibu itu tidak tahu
apa tujuan ku kesana . Mereka pun langsung menunjuk kan
arah jalan rumah mewah dan megah itu. Langkah ku semakin
ragu antara iya dan tidak .
Sesampai disana ku tekan bel rumah yang megah itu,
keluarlah seorang berkulit putih tinggi dengan rambut yang indah
dan elok itu.Sapa nya dengan lembut , setelah berbincang~bincang
dengan maksud kedatanganku itu dia pun langsung mengizin kan
ku masuk .Mereka bertanya berkali~kali ke pada ku
sungguh atau tidak niat ku itu ,aku pun mengganguk kan
kepala,kami pun bikin perjanjian untuk semua itu
dia memberi kan kertas~kertas putih yang
berisikan perjanjian ku dengan mereka .
isi perjanjian itu .
1.Sebelum benih itu ditanam pihak pertama harus
memberi uang muka terdahulu untuk pihak kedua.
2.Sesudah ditanam nya benih bayi itu pihak pertama akan
melunasi segala uang oprasi ayah pihak kedua
3.Selama bayi dalam kandungan pihak kedua harus
baik~baik untuk menjaga nya .
4.Selama mengandung pihak kedua tidak diporbolehkan
untuk keluar kecuali cek kerumah sakit.
5.Selama mengandung akan mencukupi segala kebutuhan
pihak kedua .
6.Setelah bayi lahir pihak kedua tidak di ijinkan untuk
melihat bayi yang dilahirkan nya.
7.Pihak pertama akan membawa bayi itu dan pihak kedua
sudah tidak ada lagi hubungan dengan pihak pertama .
Aku pun menyetujui segala perjanjian itu, entah aku sudah gila
atau memang di gila kan oleh keadaan tapi semua ini adalah pilihan
mereka pun memberikan beberapa lembar cek itu,
aku pun beranjak untuk pulang .
Sepanjang jalan air mata ku sudah tidak bisa untuk berhenti menetes
dengan cek yang ada di genggaman itu yang berulang kali
ku melihat nya .
Maafkan aku Tuhan,........ mungkin sudah tidak pintu ampunan mu untuk ku.
dan aku adalah orang yang sudah tidak bisa
engkau ampuni .
Setiba dirumah aku panggil ibu dan juga Irfan ,
ada yang ingin aku bicara kan dengan kalian tapi
harap ibu dan juga Irfan harus tenang.
Bu ,.. sebenarnya ayah terkena kanker otak
dan jatung yang sudah infeksi,
mendengar semua itu ibu dan Irfan langsung menangis histeris,
Sampean kemaren~kemaren tidak ngomong dengan ibu, tah ndok ?
Bu ,.. tenang bukan aku tidak mau bicara tapi
melihat kondisi ibu yang kemren sakit aku pun tidak ada tega.
Terus kepiye kie ndok ? ayah mu .
Bu ,.. tenang bu dengarkan aku bicara dulu .
Bu aku mendapat kan pekerjaan tapi di pekerjakan di luar kota,
bos aku dia baik sekali dan dia memberi ku pinjaman uang untuk oprasi ayah
dia pun memberi nya tapi bu aku bekerja di luar kota
selama 10 bulan jadi ibu harap urus sendiri oprasi ayah karena
aku tidak bisa pulang , nanti kekurangan uang oprasi
ayah aku akan mentrasfer nya kerening ibu.
Aku peluk erat~erat ibu ku , maafkan aku harus terpaksa bohong.
Ndok uang ini bener bos yang minjemin ke sampean ,
tapi ini cukup banyak loh ndok ?
nggih bu, bu tidak usah khawatir .
Bu besok aku sudah harus mulai kerja jadi ibu baik~baik dirumah
jaga kesehata dan juga Irfan jangan nakal jangan ngerepotin ibu .
Pagi ini aku menuju kerumah sakit dimana Tuan Hajun dan
Nyonya Hanna lee itu menunggu ku , setiba disana mereka pun
menyapa ku dan dokter pun langsung datang menyuruh ku masuk
mari kita mulai proses itu ,tanya nya pada ku, harap mba nya yang
tenang iya nasehat dokter itu.
Entah beberapa lama aku ada di dalam ruangan itu karena
aku yang terbius itu jadi aku tidak menyadari apa yang terjadi .
Setelah ku membuka mata mereka pun mengucap kan
terimakaih dan aku yang bengong serasa seperti orang
bodoh itu,sekarang didalam perut mu sudah anak kami
jadi habis ini kami akan mengantar kamu kerumah yang sudah
kami siap kan.Setiba disana mereka pun menyiadakan banyak
makanan dan lain nya ,sebelum pulang mereka pun berpesan
agar aku berhati~hati .Aku pegang perut ku , aku tersenyum mendengar
aku hamil ,entah senyuman senang atau sedih itu aku pun tidak bisa membeda kan.
Kini kehamilan ku memasuki 3 bulan ku bercermin sudah ku lihat perut ku yang
sudah membuncit aku tersenyum melihat gambar itu dan aku yang mulai
menyidam ingin makan dan itu , serasa sedih di situ tidak orang
yang memanja kan aku .
Bulan berganti dengan bulan kemahilan ku sudah memasuki 7 bulan , sudah bisa
kurasa kan dia mengajak ku bercanda organ~organ tubuh nya yang bergerak begitu
kencang ,bahagia sekali ibu mengandung mu .
Tiada henti nya aku memegangi perut ku serasa aku bahagia sekali aku telah menjadi
ibu , anak ku jika besar nanti kamu harus menjadi anak yang pintar yang
cerdas nurut dengan ibu , anak ku ibu sungguh bahagia dan juga menyayangi mu.
Serasa dia mendengar apa yang aku kata kan dia pun bergerak begitu kencang.
Kini perut ku semakin membesar 9 bulan sudah ku memgandung serasa bayi
dalam kandungan ku ini sudah ingin melihat dunia ,
tepat dimalam pukul 08:02 perut ku sakit sudah tidak bisa tertahan kan lagi ,
aku telpon rumah sakit terdekat disitu , Tuan Hajun dan Nyonya Hanna lee pun
ikut menuju rumah sakit itu setelah mendengar telpon dari ku .
Aku keluarkan tenaga sekuat mungkin di ruangan persalinan itu ,
anak ku ,.. teriak ku,.. anak ku,....
Kudengar tangis bayi itu dan suster bilang selamat anak ibu laki~laki ,
dengan nada yang sangat lirih dan tenaga yang serasa terkuras habis aku
berkata ijin kan aku melihat sebentar anak ku suster tapi apa yang terjadi
suster langsung membawa pergi anak ku, teriak sekuat mungkin ,...
suster bawa kembali anak ku ,... itu anak ku,.. tapi aku pingsan begitu
saja setelah itu. Ketika tersadar hanya tertinggal aku sendiri di ruangan itu
Ibu mau kemana ? tanya suster di depan itu .
Anak ku , aku mau mencari anak ku ,.
Silah kan ibu kembali ke ranjang,ibu baru saja habis melahir kan
jadi ibu harus banyak istirahat ..
Tidak suster aku ingin mencari anak ku , di mana suster bawa anak ku ,
dimanaaaaa ,..... teriak histeris dan meronta ronta dengan air mata itu .
Setelah itu aku lihat tangan dan kaki ku yang sudah terikat diatas ranjang itu.
Aku duduk terdiam termenung sudah tidak lagi yang bisa kulakukan sekarang
dimana jantung ku yang dulu berdetak bersama dengan jantung nya ,
dimana darah ku yang menyatu dan mengalir bersama dengan darah nya ,
dimana paru ~paru ku yang bernafas bersama dengan paru~paru nya
kini hanyalah tinggal aku sediri,dia telah hilang dia buah hati ku .
Air asi kini telah menetes tiada henti, asi dah mulai berproduksi
aku pun meminta ijin kepada suster untuk menyusui bayi yang aku
lahir kan itu dengan cepat suster pun menjawab bayi ibu sudah tidak ada
di rumah sakit ini lagi .
Butiran ~ butiran jernih itu mulai menetes dari sudut ~ sudut mata ini
aku masih bernafas bertanda aku masih hidup,
aku hidup tapi serasa dalam mimpi yang panjang dan gelap ,
jika seperti ini mungkin lebih baik aku mati.
Ketika ingin ku mengakhiri hidup itu dengan obat~obat tidur yang sudah ku
kumpul kan dibawah bantal itu , tiba ~tiba serasa ku melihat ayah
menghampiri ku , anak ku ? kamu harus hidup .
Ayah teriak ku ,.. ayah ,.. tapi aku tidak bisa mendekati nya karena kaki
ku yang terikat rantai besi itu .
Waktu yang berlalu aku masih hidup meski aku bisa berkumpul
dengan keluarga ku bisa bercanda bersama mereka tapi luka
yang pernah ada dalam diri ku itu tidak pernah hilang .
Hidup adalah pilihan , ketika berani memilih harus tahu akan resiko nya.
Bisa di bilang aku orang yang paling keji meski begitu semua itu ku lakukan demi
kelurga mungkin hanya cara ku yang salah , jika aku mengakhiri hidup
sudah tidak ada kesempatan lagi untuk menjadi mahluk Tuhan
yang lebih baik lagi , Hidup itu yang harus di pilih dari mana dosa yang kita
lakukan mencoba ngejalani hidup menjadi lebih baik lagi.
Tidak ada orang yang jujur
meski begitu tidak semua orang itu berbohong
Tidak ada orang yang tidak jahat
meski begitu tidak semua orang itu penjahat
Tidak ada orang yang tidak berdosa
meski begitu ada TUHAN yang maha pengampun
by . Zerylia . N
jika kelak besar nanti ingin menjadi seseorang yang succes .
Dan kini aku hanya bisa memandangi
dari isi amplop kuning itu yangbaru saja
aku terima entah aku harus senang atau sedih,
Terdiam aku dalam lamunan dalam pikiran
yang sangat membingung kan, Fan,..Fani,.. ?
buyar sudah lamunan itu oleh suara ibu ,
iya bu ? jawab ku .
O‘alah sampean dari mana saja,
ibu nyari ~ nyari dari tadi ,
Itu apa ndok yang sampean pegangi ?
oh... ini bukan apa ~apa bu .
o‘a ada apa ibu mencari ku ?
Barusan ibu dapet telpon dari
pak guru nya adek mu ,
kalau besok asrama nya akan libur
kebetulan besok ibu mau kepasar berdagang
dan ayah mu yang lagi sakit, jadi
sampean saja yang jemput Irfan besok .
ngiih bu , jawab ku .
Ibu adalah orang yang sangat sabar dan kuat
berbanting tulang bekerja keras untuk
mengganti kan posisi ayah untuk menghidupi
keluarga nya.
Ayah setahun belakangan ini sering sakit~sakitan
berobat sembuh dan kambuh lagi tapi untuk kali
ini dia dirawat di rumah sakit dari dua
hari yang lalu , entah apa penyakit yang di idap
oleh ayah ,sampai badan nya yang habis dimakan
oleh penyakit nya .
karena hasil pemeriksaan dokter yang
belum keluar jadi belum tahu apa sebenar nya
penyakit ayah.
Ayah dan ibu memang berbeda ,
berbeda adat dan suku .
Ayah yang asli keturunan madura tapi ayah
pandai sekali berbahasa inggris , indonesia dan jawa.
Ibu yang asli keturunan jawa timur ,maka dari itu ibu
tidak lepas dari bahasa jawa nya meski sudah tinggal
di Ibukota Jakarta penuh dengan keramaian tapi masih
menggunakan bahasa jawa untuk berkomunikasi
dengan orang ~ orang di sekitar nya .
Memang keluarga ku bukan lah tergolong orang yang kaya,
hidup hanya dengan kesederhanaan tapi kami sangat bahagia,
mungkin ini bisa dibilang beberapa tahun yang lalu sebelum
ayah jatuh sakit.
Semenjak ayah jatuh sakit kehidupan keluarga
berubah drastis .Jelas tulang pugung keluarga
telah rapuh.Ibu yang berbanting tulang sendiri
dan aku hanya bisa membantu nya berjualan seketika
aku pulang sekolah saja dan kini aku lagi masa
liburan panjang sekolah karena habis kelulusan.
Pernikahan Ayah dan ibu di karuniani dua anak,
yaitu aku dan Irfan adek aku satu~satu nya dan sekarang
yang lagi tinggal di asrama sekaligus sekolah disana ,
beasa nya orang~orang menyebut nya dengan “Pondok “
atau asrama pondok.
Sepulang menjemput Irfan aku mampir kerumah sakit
untuk menengok ayah , setiba disana tiba~tiba suster
memanggil ku .Adek ini keluarga dari bapak Hamdan?
tanya nya kepada ku ?
iya sust,.. bagaimana dengan ayah ku .
Mari saya antar keruangan dokter,
bergetar seluruh tubuh ku langkah demi langkah
menuju ruangan yang akan memberi kan
sebuah jawaban .Sore dok , sapa ku kepada
nya seorang yang gagah dengan jas putih yang
dikenakan nya .Silah kan duduk , adek ini keluarga
dari bapak Hamdan ?
iya dok,.. jawab ku .
Tidak ada saudara yang lain ibu kemana
kok tidak datang ?
karena saya akan memberitahu kan hasil
pemeriksaan tes 2 hari yang lalu .
Ibu sedang sibuk dok , tidak apa dokter kasih tahu
saya saja bear nanti saya kasih tahu ibu saya .
jawab ku .Begini bear saya jelas kan ayah
kamu telah mengidap kanker otak jadi segera mungkin
dia harus di oprasi dan juga jantung nya yang sudah infeksi
tolong sembuh kan ayah saya,dokter .
Tenang dek ,kami akan berusaha semampu kami.
Lebih baik adek urus semuanya dengan suster yang
didepan iya.Iya,makasih dokter . jawab ku .
Kuputar langkah untuk menuju ke arah suster
yang ada di depan ruangan itu.
Suster saya dari keluarga bapak Hamdan.
Suster lalu menyodorkan kertas~kertas putih
itu kepada ku ,Jika keluarga adek sudah siap
semua tolong ditandangani iya ?
Iya sust,.. saya akan membawa pulang nya dahulu
besok saya akan kemari lagi .
Setiba dirumah aku kunci rapat~rapat
kamar itu ,aku ambil amplop kuning didalam laci.
Amplop kuning yang berisi surat pemberitahuan bahwa
aku telah lulus mengikuti tes di sebuah Universitas Jakarta ,
bertanda aku dinyatakan lolos dan bisa masuk Universitas ternama itu.
Aku terdiam , sudah tidak ada lagi cita~cita dan impian itu
akan terkubur dalam ~dalam dengan keadaan ini.
Ingin menjadi dokter adalah impian tapi kini hanyalah tertinggal
mimpi~mimpi yang kejam .
Kesedihan menyelimuti ku di sepanjang hari dan malam ku.
Dan aku harus mencari uang dimana sebanyak ini ,
Ibu dia sudah sangat rapuh jika harus bertambah
beban biayaya ayah yang membutuh kan uang berjuta ~juta
pasti dia akan ikut sakit pula.
Air mata menetes dengan kertas~kertas putih yang
ada degenggaman ku .Sudah tidak ada niat lagi untuk
melanjut kan cita ~cita itu ketika melihat nominal angka
yang ada dikertas putih dengan tertulis kan dengan banyak nya
angaka nol dibelakang angka 30 itu .
Aku hanya bisa menangis ,
Tuhan kenapa ujian mu begitu berat kepada ku ?
Ayah adalah segala nya buat ku , Tuhan sembuh kan lah ayah ku.
Aku masih merahasia kan nya dari ibu tentang penyakit ayah .
untuk medapat kan uang itu , tapi dari mana aku bisa mendapat kan
uang begitu banyak hari~hari ku serasa kelam ,serasa tidak adil buat ku .
Hari ini aku mengganti kan ibu untuk berjualan karena ibu yang sedang
sakit demam disertai batuk dan juga panas ,
Ujian bertubi ~tubi datang kepada ku dan juga keluarga .
Tiba~tiba telinga ku terdengar sesuatu yang membuat
ku penasaran .Ibu~ibu yang suka ngerumpi itu lagi heboh
nya membicarakan pernikahan penduduk asing
keturunan cina itu yang telah menikah bertahun~tahun
tapi belum juga di karuniani seorang anak,terdengar dari
mereka bahwa istri dari engko Hajun sapaan untuk
lelaki yang berkulit putih itu dan istri nya yang
bernama Hanna lee itu ada masalah dengan rahim nya
sehingga tidak bisa untuk menggandung
dan mereka berdua sedang mencari seseorang yang
mau menyewa kan rahim nya untuk bayi mereka.
Malam ini pulang kerumah dengan keadaan yang sangat menyedih kan
ibu terbaring sakit ,ayah yang butuh uang oprasi
sedang kan Irfan dia juga harus sekolah .
Dari mana aku dapat kan uang sebanyak itu ,
merogoh saku melihat hasil jualan hari ini
hanya cukup buat makan saja , bagaimana kalau
aku saja yang menyewa kan rahim itu .
Sekilas cetus dari mulut ku, berfikir apa aku ini .
Sepanjang jalan menuju pulang berfikir jika itu aku ,
aku bisa membayar oprasi ayah setiba dirumah
ku tengok ibu yang terbaring di kamar
dan Irfan yang mendapat tugas
menunggu ayah di rumah sakit .
Aku duduk terdiam di kursi dekat meja makan itu,
ini adalaha pilihan ku besok aku akan
mencari mereka .
Disuatu sore itu aku mulai bertanya dengan
salah satu ibu~ibu yang suka ngerumpi itu .
Maaf bu ? apa ibu tahu dimana rumah nyonya Hanna lee ,
karena saya mau mengantar barang pesanan nya ,
itu alesan ku agar para ibu~ibu itu tidak tahu
apa tujuan ku kesana . Mereka pun langsung menunjuk kan
arah jalan rumah mewah dan megah itu. Langkah ku semakin
ragu antara iya dan tidak .
Sesampai disana ku tekan bel rumah yang megah itu,
keluarlah seorang berkulit putih tinggi dengan rambut yang indah
dan elok itu.Sapa nya dengan lembut , setelah berbincang~bincang
dengan maksud kedatanganku itu dia pun langsung mengizin kan
ku masuk .Mereka bertanya berkali~kali ke pada ku
sungguh atau tidak niat ku itu ,aku pun mengganguk kan
kepala,kami pun bikin perjanjian untuk semua itu
dia memberi kan kertas~kertas putih yang
berisikan perjanjian ku dengan mereka .
isi perjanjian itu .
1.Sebelum benih itu ditanam pihak pertama harus
memberi uang muka terdahulu untuk pihak kedua.
2.Sesudah ditanam nya benih bayi itu pihak pertama akan
melunasi segala uang oprasi ayah pihak kedua
3.Selama bayi dalam kandungan pihak kedua harus
baik~baik untuk menjaga nya .
4.Selama mengandung pihak kedua tidak diporbolehkan
untuk keluar kecuali cek kerumah sakit.
5.Selama mengandung akan mencukupi segala kebutuhan
pihak kedua .
6.Setelah bayi lahir pihak kedua tidak di ijinkan untuk
melihat bayi yang dilahirkan nya.
7.Pihak pertama akan membawa bayi itu dan pihak kedua
sudah tidak ada lagi hubungan dengan pihak pertama .
Aku pun menyetujui segala perjanjian itu, entah aku sudah gila
atau memang di gila kan oleh keadaan tapi semua ini adalah pilihan
mereka pun memberikan beberapa lembar cek itu,
aku pun beranjak untuk pulang .
Sepanjang jalan air mata ku sudah tidak bisa untuk berhenti menetes
dengan cek yang ada di genggaman itu yang berulang kali
ku melihat nya .
Maafkan aku Tuhan,........ mungkin sudah tidak pintu ampunan mu untuk ku.
dan aku adalah orang yang sudah tidak bisa
engkau ampuni .
Setiba dirumah aku panggil ibu dan juga Irfan ,
ada yang ingin aku bicara kan dengan kalian tapi
harap ibu dan juga Irfan harus tenang.
Bu ,.. sebenarnya ayah terkena kanker otak
dan jatung yang sudah infeksi,
mendengar semua itu ibu dan Irfan langsung menangis histeris,
Sampean kemaren~kemaren tidak ngomong dengan ibu, tah ndok ?
Bu ,.. tenang bukan aku tidak mau bicara tapi
melihat kondisi ibu yang kemren sakit aku pun tidak ada tega.
Terus kepiye kie ndok ? ayah mu .
Bu ,.. tenang bu dengarkan aku bicara dulu .
Bu aku mendapat kan pekerjaan tapi di pekerjakan di luar kota,
bos aku dia baik sekali dan dia memberi ku pinjaman uang untuk oprasi ayah
dia pun memberi nya tapi bu aku bekerja di luar kota
selama 10 bulan jadi ibu harap urus sendiri oprasi ayah karena
aku tidak bisa pulang , nanti kekurangan uang oprasi
ayah aku akan mentrasfer nya kerening ibu.
Aku peluk erat~erat ibu ku , maafkan aku harus terpaksa bohong.
Ndok uang ini bener bos yang minjemin ke sampean ,
tapi ini cukup banyak loh ndok ?
nggih bu, bu tidak usah khawatir .
Bu besok aku sudah harus mulai kerja jadi ibu baik~baik dirumah
jaga kesehata dan juga Irfan jangan nakal jangan ngerepotin ibu .
Pagi ini aku menuju kerumah sakit dimana Tuan Hajun dan
Nyonya Hanna lee itu menunggu ku , setiba disana mereka pun
menyapa ku dan dokter pun langsung datang menyuruh ku masuk
mari kita mulai proses itu ,tanya nya pada ku, harap mba nya yang
tenang iya nasehat dokter itu.
Entah beberapa lama aku ada di dalam ruangan itu karena
aku yang terbius itu jadi aku tidak menyadari apa yang terjadi .
Setelah ku membuka mata mereka pun mengucap kan
terimakaih dan aku yang bengong serasa seperti orang
bodoh itu,sekarang didalam perut mu sudah anak kami
jadi habis ini kami akan mengantar kamu kerumah yang sudah
kami siap kan.Setiba disana mereka pun menyiadakan banyak
makanan dan lain nya ,sebelum pulang mereka pun berpesan
agar aku berhati~hati .Aku pegang perut ku , aku tersenyum mendengar
aku hamil ,entah senyuman senang atau sedih itu aku pun tidak bisa membeda kan.
Kini kehamilan ku memasuki 3 bulan ku bercermin sudah ku lihat perut ku yang
sudah membuncit aku tersenyum melihat gambar itu dan aku yang mulai
menyidam ingin makan dan itu , serasa sedih di situ tidak orang
yang memanja kan aku .
Bulan berganti dengan bulan kemahilan ku sudah memasuki 7 bulan , sudah bisa
kurasa kan dia mengajak ku bercanda organ~organ tubuh nya yang bergerak begitu
kencang ,bahagia sekali ibu mengandung mu .
Tiada henti nya aku memegangi perut ku serasa aku bahagia sekali aku telah menjadi
ibu , anak ku jika besar nanti kamu harus menjadi anak yang pintar yang
cerdas nurut dengan ibu , anak ku ibu sungguh bahagia dan juga menyayangi mu.
Serasa dia mendengar apa yang aku kata kan dia pun bergerak begitu kencang.
Kini perut ku semakin membesar 9 bulan sudah ku memgandung serasa bayi
dalam kandungan ku ini sudah ingin melihat dunia ,
tepat dimalam pukul 08:02 perut ku sakit sudah tidak bisa tertahan kan lagi ,
aku telpon rumah sakit terdekat disitu , Tuan Hajun dan Nyonya Hanna lee pun
ikut menuju rumah sakit itu setelah mendengar telpon dari ku .
Aku keluarkan tenaga sekuat mungkin di ruangan persalinan itu ,
anak ku ,.. teriak ku,.. anak ku,....
Kudengar tangis bayi itu dan suster bilang selamat anak ibu laki~laki ,
dengan nada yang sangat lirih dan tenaga yang serasa terkuras habis aku
berkata ijin kan aku melihat sebentar anak ku suster tapi apa yang terjadi
suster langsung membawa pergi anak ku, teriak sekuat mungkin ,...
suster bawa kembali anak ku ,... itu anak ku,.. tapi aku pingsan begitu
saja setelah itu. Ketika tersadar hanya tertinggal aku sendiri di ruangan itu
Ibu mau kemana ? tanya suster di depan itu .
Anak ku , aku mau mencari anak ku ,.
Silah kan ibu kembali ke ranjang,ibu baru saja habis melahir kan
jadi ibu harus banyak istirahat ..
Tidak suster aku ingin mencari anak ku , di mana suster bawa anak ku ,
dimanaaaaa ,..... teriak histeris dan meronta ronta dengan air mata itu .
Setelah itu aku lihat tangan dan kaki ku yang sudah terikat diatas ranjang itu.
Aku duduk terdiam termenung sudah tidak lagi yang bisa kulakukan sekarang
dimana jantung ku yang dulu berdetak bersama dengan jantung nya ,
dimana darah ku yang menyatu dan mengalir bersama dengan darah nya ,
dimana paru ~paru ku yang bernafas bersama dengan paru~paru nya
kini hanyalah tinggal aku sediri,dia telah hilang dia buah hati ku .
Air asi kini telah menetes tiada henti, asi dah mulai berproduksi
aku pun meminta ijin kepada suster untuk menyusui bayi yang aku
lahir kan itu dengan cepat suster pun menjawab bayi ibu sudah tidak ada
di rumah sakit ini lagi .
Butiran ~ butiran jernih itu mulai menetes dari sudut ~ sudut mata ini
aku masih bernafas bertanda aku masih hidup,
aku hidup tapi serasa dalam mimpi yang panjang dan gelap ,
jika seperti ini mungkin lebih baik aku mati.
Ketika ingin ku mengakhiri hidup itu dengan obat~obat tidur yang sudah ku
kumpul kan dibawah bantal itu , tiba ~tiba serasa ku melihat ayah
menghampiri ku , anak ku ? kamu harus hidup .
Ayah teriak ku ,.. ayah ,.. tapi aku tidak bisa mendekati nya karena kaki
ku yang terikat rantai besi itu .
Waktu yang berlalu aku masih hidup meski aku bisa berkumpul
dengan keluarga ku bisa bercanda bersama mereka tapi luka
yang pernah ada dalam diri ku itu tidak pernah hilang .
Hidup adalah pilihan , ketika berani memilih harus tahu akan resiko nya.
Bisa di bilang aku orang yang paling keji meski begitu semua itu ku lakukan demi
kelurga mungkin hanya cara ku yang salah , jika aku mengakhiri hidup
sudah tidak ada kesempatan lagi untuk menjadi mahluk Tuhan
yang lebih baik lagi , Hidup itu yang harus di pilih dari mana dosa yang kita
lakukan mencoba ngejalani hidup menjadi lebih baik lagi.
Tidak ada orang yang jujur
meski begitu tidak semua orang itu berbohong
Tidak ada orang yang tidak jahat
meski begitu tidak semua orang itu penjahat
Tidak ada orang yang tidak berdosa
meski begitu ada TUHAN yang maha pengampun
by . Zerylia . N
Fb me . Zerylia Nexs
Tidak ada komentar:
Posting Komentar